Apa itu Flutter dan Apa Kelebihanya ? Ini Penjelasan Lengkapnnya

Apa itu Flutter ? Flutter adalah sebuah framework open-source yang dikembangkan oleh Google untuk membuat aplikasi mobile Android dan iOS dengan satu basis code. Dirilis pada Mei 2017 ditulis menggunakan bahasa pemrograman Dart. Flutter dirancang untuk memberi kemudahan kepada para programmer mobile dalam membangun aplikasi mobile multi platform dengan performa “native” dengan cepat.

Website Flutter : https://flutter.dev/

Jika sebelumnya saat ingin membuat aplikasi android kita harus menggunakan Java atau Kotlin dan menggunakan swift apabila ingin membuat aplikasi iOS. Maka dengan Flutter kita cukup koding satu kali maka sudah dapat membuat aplikasi android dan iOS sekaligus. Lalu seperti apa itu flutter dan kenapa harus mempelajarinya ?

Kelebihan Menggunakan Flutter

Flutter hadir dengan keunggulannya sendiri yaitu performa yang seperti native, material design yang sangat fleksibel dan menarik, proses development yang cepat dengan fiture hot reload, dan lainnya. Memiliki selogan write once, run anywhere yang berarti hanya cukup membuat satu aplikasi dari flutter dan itu dapat berjalan di banyak platform seperti android, iOS, desktop windows, linux, website dan embeded. Keren bukan ?

Berikut 8 Kelebihan Menggunakan Flutter Framework :

1. Proses Belajar yang Mudah dan Cepat

Bagi programmer, saat berbicara tentang sebuah teknologi atau bahasa pemrograman baru tentu hal yang paling mendasar yang sering dipertanyakan yaitu seberapa besar dan lama waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari suatu bahasa. Sebagai contoh jika kita ingin membuat aplikasi android menggunakan kotlin atau java, kita perlu memahami beberapa bahasa sekaligus seperti XML, java, dan lain-lain. Untuk membuat website berbasis PHP kita perlu memahami HTML, CSS, PHP, PHP Framework dan CMS. Semakin banyak yang perlu dipelajari semakin lama pula waktu yang perlu digunakan untuk proses belajar.

Menurut saya pribadi yang saat ini berprofesi sebagai software engineer, Flutter itu seksi. Kenapa ? Karena untuk membuat aplikasi android dan iOS menggunakan Flutter kita hanya perlu mempelajari satu bahasa yaitu DART. Syntax dart sendiri mirip seperti java dan javascript jadi bagi anda yang sudah pernah menggunakan java atau javascript tentu tidak perlu memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi dengan Flutter.

Flutter bagi pemula juga cukup friendly, kalian tidak harus mempelajari banyak bahasa pemrograman dalam satu waktu. Cukup fokus pada dart atau langsung membuat aplikasi dengan flutter karena kodingan flutter sendiri terbilang cukup ramah untuk dipelajari. Hasil dari kodingan pun langsung dapat dilihat dengan fiture hotReload. Seru Pastinya. Konsep OOP atau Object Oriented Programming mungkin sesuatu yang biasanya jadi momok bagi programmer pemula namun tidak perlu khawatir karena yakin seiring waktu pasti kita dapat menguasainya.

2. Proses Development yang Cepat

Keuntungan lain bagi flutter developer yaitu proses pengembangan aplikasi yang cepat. Fitur Hot Reload memungkinkan kita untuk mengubah kode dan melihatnya secara langsung saat itu juga tanpa harus menunggu waktu lama untuk proses compiling.

apa itu flutter
contoh fitur hot reload pada flutter

Seperti yang dapat dilihat pada gambar diatas, dengan fiture Hot Reload kita dapat melihat hasil kodingan secara cepat tanpa harus menunggu waktu yang lama.

3. Aplikasi Native untuk Android dan IOS

Seperti yang sudah disebutkan di awal, hanya dengan sekali koding pada Flutter maka kita dapat membuat aplikasi android dan IOS secara bersamaan. Namun sebagai informasi, framework yang dapat berjalan cross platform BIASANYA memiliki masalah di segi performa. Sebagai contoh di tahun 2015-an sempat tren Ionic Framework namun sayang memiliki issue frame drop yang besar, dan yang saat ini masih populer di kategori framework cross mobile platform yaitu React Native juga banyak yang mengeluh first time load yang berat karena harus meload seluruh javascriptnya dan membutuhkan proses bridge atau semacam jembatan agar kode dapat berjalan.

Flutter berjalan di level native alias tidak memerlukan proses tambahan yang berat sehingga tentunya proses berjalannya aplikasi akan lebih smooth dan cepat. Saat ini flutter masih menjadi cross platform framework yang tercepat di tahun 2020. Perbaikan dari segi performa dan lainnya juga terus aktif dilakukan oleh google terlebih tersebar kabar bahwa Google sedang mengembangkan OS baru bernama Fuchsia yang katanya akan dijadikan sebagai pengganti dari android (yang saat ini basic pengembangannya dengan java) dan flutter yang menjadi salah satu senjata utamanya.

update : 27 september 2020

Bukan hanya untuk aplikasi mobile, kini Flutter juga dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi desktop windows, linux dan website

apa itu flutter, kenapa flutter

4. Tampilan / UI yang fleksibel dan menarik

Di Flutter semuanya adalah widget. Dengan membuat semua bagiannya menjadi widget maka kita dapat mengatur secara penuh tampilan, fungsi dan animasi di setiap pixelnya. Ini berarti kita memiliki fleksibilitas yang powerfull saat mengembangkan aplikasi dengan flutter. Flutter menggunakan Material Design sehingga tampilan sedikit berbeda dengan tampilan native tetapi hal ini menjadi positif karena kita tidak perlu membuat hal-hal dasar untuk masing-masing platform

Dengan Material Design kita tidak perlu susah payah membuat suatu tampilan dari awal, seperti pewarnaan, padding bahkan tampilan-tampilan umum pada sebuah aplikasi mobile sudah disiapkan widgetnya oleh Flutter. Sebagai contoh untuk membuat list pada flutter kita cukup menggunakan Widget yang bernama ListView maka BOOM selesai. Item-item seperti ukuran dan posisi Judul, subtitle, thumbnail sudah di sediakan sebagai properti. Kita hanya perlu menggunakan dan merubahnya sesuai kebutuhan design.

5. Tidak Banyak Tergantungan pada Pihak Ketiga

Flutter hadir dengan package yang cukup lengkap sehingga kita tidak perlu banyak menginstall library pihak ketiga (third party) untuk hal-hal mendasar. Hal ini sangat penting karena apabila core dari flutter update maka kemungkinan besar module-module internal lainnya sudah kompetible dengan update tersebut. Tidak seperti package pihak ketiga yang mungkin harus menunggu beberapa hari atau bahkan beberapa bulan untuk dapat menyesuikan dengan versi terbarunya.

Package dan library Flutter juga sangat cepat berkembang, banyak sekali library-library keren dan unik yang bisa sangat membantu dalam proses pembuatan aplikasi. Untuk melihat library flutter kamu dapat akses di https://pub.dev/

6. Dokumentasi yang Lengkap dan Komunitas yang terus berkembang

Dokumentasi Flutter sangat lengkap, anda dapat mengunjunginya di https://flutter.dev/docs. Tapi sayangnya saat ini hanya tersedia dalam bahasa inggris. Namun jangan bersedih karena disini belajarflutter.com akan coba menerjemahkannya dengan versi yang lebih mudah dipahami dan berbahasa Indonesia tentunya.

Untuk tutorial dalam bentuk video bahasa indonesia gratis di youtube juga terus bertambah serta komunitas di social media seperti facebook dan telegram pun makin ramai

7. Popularitas yang Terus Meningkat

Flutter di 2020 memiliki trend yang sangat positif dibandingkan dengan para pesaingnya seperti React Native dan Xamarin. Memang saat ini lowongan pekerjaan dan komunitas Flutter tidak sebesar dengan React Native. Akan tetapi bukan tidak mungkin Flutter akan menguasai pasar dalam beberapa tahun kedepan.

Popularitas Flutter di 2020

Garis biru menanjak menunjukan Flutter menjadi salah satu framework yang banyak dicari di dunia

8. Biaya Pengembangan Aplikasi bisa Lebih Murah

Bagi perusahaan, mengembangkan aplikasi mobile dengan Flutter tentu menguntungkan. Karena hanya memerlukan satu team developer saja (Flutter Developer) sudah dapat membuat aplikasi Android, iOS dan web secara bersamaan. Waktu pengerjaannya pun jadi lebih cepat karena proses kodingnya pun hanya satu kali. Bayangkan biasanya suatu perusahaan harus membayar gaji 2 team untuk membangun aplikasi di Android dan iOS kini cukup satu saja. Tidak heran beberapa perusahaan besar dunia pun berani untuk beralih ke Flutter.

Berikut beberapa contoh aplikasi populer yang dibangun dengan Flutter:

Minimum Spek Komputer untuk Flutter

Menurut situs resmi Flutter, untuk menjalankan flutter pada Windows membutuhkan spesifikasi komputer seperti ini :

  • Operating Systems: Windows 7 SP1 (64-bit) atau yang terbaru
  • Disk Space: 1.32 GB (belum termasuk tools lain seperti Emulator dan IDE).
  • Tools:

Windows 7 64-bit disini dapat diartikan bahwa spek komputer diharapkan memiliki RAM diatas 4GB. Tidak dijelaskan secara rinci mengenai processornya seperti apa. Namun dari pengalaman kami, kita juga dapat menjalankan aplikasi flutter di processor i3 dengan RAM 4GB saja dengan CATATAN saat debug menggunakan rill device (handphone) bukan menggunakan emulator.

Flutter juga dapat berjalan di OSX (Mac OS) juga Linux

Contoh “Hello Word” pada Flutter

import 'package:flutter/material.dart';

void main() {
  runApp(MaterialApp(
    title: "BelajarFlutter.com",
    home: HomeScreen(),
  ));
}

class HomeScreen extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return Scaffold(
        appBar: AppBar(
          title: Text("Belajar Flutter"),
        ),
        body:
            Center(
              child: Text('Hello Word', 
                style: TextStyle(fontSize: 20)
              )
            )
    );
  }
}
contoh aplikasi hello word pada flutter

Bagaimana, Flutter menarik bukan ?

Semoga artikel ini dapat memberikan jawaban pertanyaan anda tentang apa itu flutter. Bagi anda yang ingin belajar flutter dan membuat aplikasi android dan iOS dengan flutter maka silahkan lihat daftar isi kumpulan tutorial flutter untuk pemula disini

Default image
Omadi Jaya
Fullstack developer, Software Engineer @ Depok, Indonesia

One comment

Leave a Reply