Flutter Vs React Native : Manakah yang lebih Unggul ?

Topik perbincangan tentang flutter vs react native cukup sering terdengar khususnya di kalangan pengembang aplikasi mobile. Bagi developer pemula yang ingin belajar membuat aplikasi mobile kadang bingung harus memilih mana ? Untuk itu disini kita akan coba membahas manakah yang lebih unggu dari Flutter vs React native.

Saat ini untuk membuat sebuah aplikasi Android maupun iOS cukup mudah dan memiliki banyak pilihan. Salah satu pilihannya adalah dengan menggunakan cross platform Framework. Bagi Anda yang belum mengenal istilah Framework merupakan suatu kerangka atau struktur dasar untuk membantu dalam proses pengembangan suatu pembuatan aplikasi.

Dengan menggunakan cross platform Framework kita dapat membuat aplikasi untuk multiple platform (Android & IOS) hanya dengan satu kali koding. Tentu dengan hal tersebut mempersingkat waktu belajar karena kita hanya perlu memperdalam satu bahasa pemrograman saja. Sekilas informasi dalam pembuatan aplikasi untuk Android dasarnya Anda perlu belajar Bahasa pemrograman Java, sedangkan untuk aplikasi iOS dibutuhkan Bahasa pemrograman Objective C atau Swift.

Namun dibantu dengan adanya Framework kini Anda hanya perlu belajar bahasa pemrograman yang digunakan dari framework tersebut.

Pada saat artikel ini dibuat (agustus 2020) terdapat dua Cross Platform Mobile Framework yang sangat populer yaitu Flutter dan React Native. Keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu untuk membuat aplikasi mobile Android dan IOS dengan perbedaan yang cukup spesifik.

Flutter vs React Native, mana yang lebih baik?

Flutter Vs React Native

Sangat sulit untuk mendapatkan jawaban yang benar-benar objektif dari membandingkan kedua framework ini. Jawaban secara objektif dapat disimpulkan dari bagaimana anda melihat dari sudut pandanganya sendiri.

Keduannya memiliki kelebihan serta kekurangan pada masing masing. Untuk lebih memudahkan Anda dalam mendapatkan jawaban mana yang lebih baik pilih Flutter atau React Native sebagai framework pembuatan aplikasi Android dan iOS berikut beberapa perbandingan data dari keduanya.


Perusahaan Pengembang Framework

Bagi Anda yang masih belum tahu tentang masing-masing framework siapa penciptanya inilah pembuat dan pencetusnya.

Flutter.

Dibuat oleh Google, versi pertamanya sebelum nama Flutter terkenal dengan nama Sky. Dirilis pertama kali pada bulan Mei 2017 lalu. Meskipun bisa terbilang masih baru, statistik peminatan pengguna flutter selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya.

React Native.

Dibuat oleh Facebook Inc, dirilis secara resmi atau peluncuran pertamanya tertanggal 26 Maret 2015. Dasar pembuatan framework ini Ketika Mark Zuckerberg terlalu fanatik dalam mengembangankan perusahaannya dalam bidang HTML saja. Karena itu ia ingin lebih berkembang lagi dengan menciptakan aplikasi native untuk pengalaman selular yang lebih baik.’


Bahasa Pemrograman yang dipakai.

Flutter.

Flutter memakai Bahasa pemrograman Dart, Bahasa pemrograman ini terbilang masih baru yang dimana mungkin Anda masih belum mengetahui tentang Dart ini. Dart merupakan Bahasa pemrograman yang dibuat oleh Google untuk membangun aplikasi mobile, desktop, server, dan web yang berfokus kepada optimalisasi client.

Dart sendiri merupakan bahasa pemrograman yang berorientasi objek (OOP) dengan syntax yang mirip dengan C++, Java dan Javascript. Jadi apabila anda pernah belajar C atau java maka seharusnya mempelajari dart akan menjadi lebih mudah.

Berkat Dart pula lah, Flutter menjadi salah satu cross platform framework tercepat saat ini karena dapat berjalan seperti performa native

React Native.

Bahasa pemrograman yang dipakai adalah JavaScript. Jauh sebelum trend aplikasi android dan iOS berkembangan. Javascript sudah ada dalam mengembangkan sebuah website basis HTML, tentu React native akan lebih mudah dipakai bagi mereka yang sudah paham mengenai javascript itu sendiri.

Kekurangan dari penggunaan javascipt pada aplikasi mobile yaitu dari sisi performa yang agak sedikit lebih lambat dikarenakan untuk menjalankan react native dibutuhkan sejenis jembatan untuk menterjemahkan code javascript ke masing-masing platform.


Dukungan Komunitas.

Dukungan komunitas pada suatu hal merupakan bagian yang penting. Dengan adanya komunitas Anda bisa saling membantu dalam mengatasi sebuah permasalahan. Salah satunya adalah tentang penggunaan framework ini.

Dukungan komunitas berperan untuk mempermudah Anda dalam belajar dan memahami tentang bagaimana framework itu bekerja.

Flutter.

Meskipun terbilang masih baru, beberapa statistik menyebutkan dominasi peminat Flutter semakin hari semakin banyak. Namun disini dukungan komunitas yang masih sedikit dikarenakan memang masih baru membuat beberapa permasalahan sulit dalam mendapatkan solusinya.

Dokumentasi resmi dari Flutter terbilang cukup detail bahkan dapat dikatakan sangat lengkap. namun hanya tersedia dalam bahasa inggris. Untuk beberapa orang khususnya yang tidak berbahasa inggris tentu sedikit menyulitkan. Disinilah Belajar Flutter hadir untuk berusaha memberikan tutorial flutter berbahasa Indonesia yang terupdate menarik dan mudah bagi pembaca pemula maupun yang sudah mahir

React Native.

Dukungan komunitas pada framework ini sudah cukup besar, luas dan dapat menjangkau setiap masalah yang diterima oleh para pengembang. Hal ini dikarenakan perilisan yang sudah lama dan Bahasa pemrograman yang digunakan adalah javascript yang memiliki banyak pengguna dan familiar terhadap bahasa yang satu ini dan kemudian bisa diaplikasikan kemampuannya untuk dipindahkan ke framework React Native ini.

Segala permasalahan yang mungkin muncul anda bisa tanyakan langsung kedalam komunitas untuk mendapatkan jawabannya dengan baik dan lengkap.


Dukungan Hot Reload.

Hot reload merupakan fitur dimana pengembang dapat lebih mudah dalam melihat perubahan proses Ketika kode dirubah maupun ditambahkan pada aplikasi yang sedang berjalan.

Baik flutter maupun React Native keduanya sudah terintegrasi dengan fitur ini. Yang dimana masing masing mengalami perkembangan yang lebih baik untuk meningkatkan pengalaman pengembang dalam membuat aplikasi di kedua framework ini.


Cross Platform.

Atau lebih dikenal dengan arti lintas platform, kedua framework ini berfungsi untuk menghasilkan aplikasi lintas platform. Untuk yang belum mengerti tentang lintas platform adalah istilah yang dimana flutter dan React Native dapat digunakan untuk membuat aplikasi android sekaligus iOS.

Jadi apabila anda ingin membuat sebuah aplikasi yang bisa dijalankan di iOS maupun Android maka cukup dengan membuat satu aplikasi menggunaan React Native atau Flutter saja.


Pengaturan Antarmuka.

Mengatur tampilan UI pada sebuah aplikasi bisa menjadi sebuah hal yang membedakan antara aplikasi satu dengan aplikasi yang lainnya. Pengaturan antarmuka dengan menggunakan framework dilansir jauh lebih mudah dikarenakan masing masing framework menyediakan tampilan UI yang bisa langsung dipakai.

Flutter.

Dalam masalah tampilan UI Flutter menyediakan beberapa widget khusus yang dimana widget ini bisa langsung anda pasangkan dengan sedikit penyesuaian kode dapat menghasilan UI yang menawan. Widget yang terpasang pun ramah pengguna (pengguna dapat lebih mudah mengoperasikan aplikasi).

Desain UI yang dihasilkan lebih nyaman dilihat, pwnggunaan widget yang mudah digunakan agar lebih praktis dalam membuat sebuah aplikasi.

Reach Native.

Sedangkan di framework ini pengaturan tampilan fokus ke arah manual, dimana pengembang dapat mendesain tampilan aplikasi layakanya seperti web. Sama halnya dengan menggunakan CSS di web namun di Reach Native, CSS include kedalam Javascriptnya.

Jadi untuk merubah tampilannya Anda harus menyertakan kode yang cukup banyak dan juga harus ahli dalam desain tampilan agar UI bisa lebih menarik.



Peluang Karir

Terkahir dan yang biasanya paling menjadi sorotan yaitu tentang peluang karir dari masing-masing framework. Berikut hasil perbandingan lowongan pekerjaan yang tersedia di Indonesia pada tanggal 7 Agustus 2020

SitusFlutterReact Native
Linkedin.com10125
JobStreet.co.id5167
freelancer.co.id108623

Jika melihat perbandingan diatas sungguh sangat jauh perbedaan peluang kerja antara Flutter dan react native. React native jauh lebih unggul dikarenakan memang usianya lebih matang dibanding flutter sehingga banyak aplikasi yang sudah lebih dahulu dibangun oleh react native


Penutupan

Apabila anda memiliki pengalaman dengan javascript dan ingin segera bekerja maka pilihan yang paling tepat adalah React Native. Peluang kerja yang cukup banyak tentu sangat menjanjikan untuk mempelajari react native

Namun apabila anda sudah memiliki pekerjaan yang tetap, atau sedang ingin belajar teknologi terbaru dan tidak terlalu mendesak akan kebutuhan pekerjaan (misal sedang sekolah atau kuliah) maka pilihan yang paling cocok yaitu mempelajari Flutter. Performa Flutter sangat cepat bahkan seperti aplikasi native dan trend yang terus meningkat bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun kedapan akan menyalip dari pasar React Native

Itulah beberapa perbandingan antara React Native vs Flutter versi belajarflutter.com. Semoga artikel ini dapat membuka wawasan anda dan yang terpenting yaitu terus belajar. Selamat mencoba 🙂

Default image
Omadi Jaya
Fullstack developer, Software Engineer @ Depok, Indonesia

Leave a Reply